A. Kajian tentang Manajemen Kelas
Kegiatan belajar dan pembelajaran banyak dilaksanakan didalam kelas dalam arti ruangan. Namun perlu ditekankan disini bahwa adalah keliru jika kelas hanya diartikan sebagai ruangan, karena kelas
sebagaimana dikemukakan oleh Oemar Hamalik, bahwa kelas adalah sekelompok siswa yang secara bersama-sama melakukan kegiatan belajar dan pembelajaran dengan dibimbing oleh seorang guru. Oleh sebab itu guru perlu memahami berbagai aspek serta berbagai teknik dalam melaksanakan tata kelola kelas guna mendukung terciptanya belajar dan pembelajaran secara kondusif dan menyenangkan bagi keberhasilan siswa menguasai kompetensi yang akan dimilikinya.
1. Pengertian Manajemen Kelas
Guru memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan kuantitas dan kualitas pembelajaran. Pengelolaan kelas merupakan salah satu aspek pembelajaran yang harus dikuasai guru agar siswa
dapat belajar dengan optimal. Pengelolaan kelas yang baik akan membuat suasana kelas menjadi kondusif untuk proses belajar mengajar, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Mendukung
hal itu Mulyadi mengemukakan manajemen kelas adalah: “Seperangkat kegiatan untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang diinginkan dan mengurangi atau meniadakan tingkah laku yang tidak diinginkan, mengembangkan
hubungan interpersonal dan iklim sosio emosional yang positif serta mengembangkan dan mempertahankan
organisasi kelas yang efektif dan produktif.”
2.Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata yaitu pengelolaan dan kelas. Pengelolaan itu sendiri akar katanya adalah kelola ditambah awal pe dan akhir an. Istilah lain dari kata pengelolaan adalah manajemen. Manajemen adalah kata yang aslinya dari bahasa inggris Management, yang berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan, pengelolaan. Manajemen atau pengelolaan dalam pengertian umum menurut Suharsimi Arikunto adalah pengadministrasian, pengaturan atau penataan suatu kegiatan. Sedangkan kelas menurut Oemar Hamalik adalah suatu
kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama, yang mendapat pengajaran dari guru. Menurut Suharsimi Arikunto kelas adalah sekelompok siswa pada waktu yang sama menerima pelajaran
yang sama dari guru yang sama.
Kelas sebagai lingkungan belajar siswa merupakan aspek dari lingkungan yang harus diorganisasikan dan dikelola secara sistematis.
Lingkungan ini harus diawali agar kegiatan belajar mengajar bisa
terarah dan menuju pada sasaran yang dikehendaki. Adapun karakteristik lingkungan yang baik itu diantaranya adalah kelas memiliki sifat merangsang dan menantang siswa untuk selalu belajar,
memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapaitujuan belajar.
3. Tujuan Manajemen Kelas
Tugas guru yang utama dalam pembelajaran adalah menciptakan suasana di dalam kelas agar terjadi interaksi belajar
mengajar dengan baik dan sungguh-sungguh. Oleh sebab itu, guru dan wali kelas dituntut memiliki kemampuan yang inovatif dalam mengelola kelas. Dengan pengelolaan kelas yang baik diharapkan
dapat tercipta kondisi kelompok belajar yang proporsional terdiri dari lingkungan kelas yang baik yang memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki serta tersedia kesempatan untuk
mengurangi ketergantungan pada guru.
Menurut Sudirman yang di ambil dari bukunya Syaiful Bahri
Djamarah menyatakan bahwa:
“Tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan. Secara umum tujuan pengelolaan
kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional,
dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya
suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosionaal dan sikap serta
apresiasi pada siswa”.
Tujuan pengelolaan kelas secara umum menurut Usman yang diambil dari bukunya Sulistiyorini adalah: “Mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan
alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa belajar dan bekerja serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan”.
Tujuan manajemen kelas atau pengelolaan kelas, menurut Mulyadi adalah sebagai berikut:
a) Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, sebagai lingkungan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk
mengembangkan kemampuan mereka semaksimal mungkin.
b) Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
c) Menyediakan dan mengatur fasilitas serta media pembelajaran yang mendukung dan memungkinka peserta didik belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, danbintelektual mereka dalam kelas.
d) Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar
belakang sosial, ekonomi, budaya dan sifat-sifatindividunya.
Secara lebih khusus Syaiful Bahri Djamarah mengungkapkan tujuan manajemen kelas sebagai berikut:
a) Untuk peserta didik
Mendorong peserta didikmengembangkan tanggung jawab individu terhadap tingkah lakunya dan kebutuhanuntuk mengontrol diri.
Membantu peserta didik mengetahui perilaku yang sesuai dengan tata tertib kelas dan memahami jika teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan
kemarahan.
Membangkitkan rasa tanggung jawab untuk melibatkan diri dalam tugas dan pada kegiatan yang diadakan
b) Untuk guru
Mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran dengan pembukaaan yang lancer dan kecepatan yang
tepat.
Menyadari kebutuhan anak didik dan memiliki kemampuan dalam memberi petunjuk secara jelas kepada anak didik.
Mempelajari bagaimana merespon secara efektif terhadap tingkah laku anak didik yang mengganggu.
Memiliki strategi remedial yang lebih komprehensif dapat digunakan dalam hubungannya dengan masalah tingkah laku anak didik yang muncul dalam kelas.
Sebagai guru hendaknya mampu menggunakan dan mengembangkan pengetahuan yang dimiliki hingga memungkinkan terciptanya situasi belajar yang baik, dan dapat mengendalikan
pelaksanaan pengajaran dalam pencapaian tujuan yang diinginkan.
Selain itu kelas yang dikelola dengan baik akan membuat siswa sibuk dengan tugas yang menantang, memberikan pemahaman siswa terhadap materi belajar, merasa aman dan nyaman ketika berada dalam
kelas dan terciptanya disiplin kelas, yang memungkinkan untuk mencegah permasalahan yang timbul di dalam pembelajaran di kelas.
Pengertian prosedur manajemen kelas sukar dipisahkan dengan pengertian manajemen kelas. Karena manajemen kelas adalah pekerjaannya, sedangkan prosedur manajemen kelas adalah langkahlangkah bagaimana pekerjaan itu di kerjakan.
23 Mulyadi, Classroom Managemen ..., hal. 18
40
Dengan demikian maka prosedur manajemen kelas merupakan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk melakukan pekerjaan manajemen kelas itu dengan baik. Hal ini mengandung pengertian bahwa langkah-langkah yang akan diambil itu harus didahului dengan suatu pertimbangan yang matang setelah itu mulai merencanakan serta merumuskan langkah-langkah yang dilaksanakan.
Adapun prosedur manajemen kelas dapat dikategorikan menjadi dua,
yaitu:
a. Prosedur manajemen kelas dimensi pencegahan.
Dimensi proses pencegahan merupakan langkah-langkah yang harus diambil oleh guru dalam rangka mengatur siswa,
fasilitas, atau format belajar mengajar yang tepat yang mendukung berlangsungnya proses belajar mengajar. Langkag-langkah
prosedur manajemen kelas dimensi pencegahan adalah sebagai berikut:
1) Peningkatan kesadaran diri sebagai guru. Peningkatan kesadaran diri sebagai guru merupakan langkah strategis karena akan meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki yang merupakan modal dasar bagi guru dalam melaksanakan tugasnya.
2) Peningkatan kesadaran tanggung jawab siswa. Untuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab siswa perlu diberikan pengertian tentang kewajiban dan hak-haknya sebagai anggota kelompok/kelas. Saling pengertian akan meningkatkan kerjasama antara guru dan siswa.
3) Sikap tulus dari guru. Guru perlu bersikap dan bertindak secara wajar, tulus dan tidak pura-pura terhadap siswa.
Karena sikap dan tindakan demikian sangat membantu dalam manajemen kelas.
4) Mengeal dan menentukan alternatif manajemen. Guru harus mengetahui pendekatan dalam manajemen kelas, sehingga guru bisa menggunakan pendekatan manajemen kelas yang
tepat untuk mengatasi problem di kelas.
5) Membuat kontak sosial. Langkah ini berhubungan enggan masalah nilai dan norma. Norma berupa kontak sosial atau
peraturan/tata tertib merupakan standar tingkah laku yang diharapkan dan memberikan gambaran tentang fasilitas
beserta keterbatasannya untuk memenuhi kebutuhan siswa.
4. Strategi Pengelolaan Kelas dalam Meningkatakan Proses Belajar
1. Bagaimana strategi guru dalam menyusun rencana pembelajaran?
Strategi menyusun rencana pembelajaran adalah sebagai berikut Kepala sekolah melalui kebijakan yang dituangkan dalam tugas guru, mewajibkan para guru
untuk membuat program mengajar yang berupa: silabus, Analisa Materi Pelajaran,
Program tahunan, Program Semester, dan Rencana Program Pembelajaran.
Pembuatan program pembelajaran disusun secara bersama-sama melalui pertemuan
Musyawarah Guru Mata Pelajaran yang ada di lingkungan sekolah yang selanjutnya
dimantabkan melalui pertemuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran tingkat
Kabupaten. Selanjutnya perangkat mengajar diserahkan kepada wakil kepala
sekolah bidang kurikulum untuk dikoreksi dan ditanda tangani oleh kepala sekolah.
Pada saat mengajar, para guru selalu membawa perangkat pembelajaran dengan
maksud agar proses belajar mengajar berjalan dengan terarah, dan tujuan yang
dirumuskan dalam program bisa tercapai. Dan bila selesai mengajar perangkat
mengajar disimpan di almari guru masing-masing yang telah disediakan oleh
sekolah, dengan demikian bila diperlukan perangkat mengajar sudah ada di sekolah
dan terjaga keamanannya.
Bagaimana strategi guru dalam membangun kerjasama dengan siswa dalam proses belajar mengajar?
Kegiatan guru yang profesional merupakan kegiatan atau tugas guru yang
rutin yang dianggap sebagai salah satu cara untuk meningkatkan profesionalismenya. Dalam menjalin kerjasama dengan siswa, strategi yang diterapkan oleh guru SMA adalah sebagai berikut:
(a) menjalin hubungan baik dengan siswa, (b) berusaha memahami latar belakang siswa,
(c) penguasaan materi dan cara penyajiannya menarik,
(d)penggunaan model mengajar yang bervariasi dan
(e) memberi pembinaan khusus bagi siswa bermasalah.
Pengembangan sekolah memiliki arti tersendiri bagi sekolah , sehingga
sekolah tidak hanya menjalin kerjasama dengan siswa saja, tetapi sekolah juga
menjalin kerjasama dengan orang tua/wali, perguruan tinggi, instansi pemerintah
dan alumni. Adapun bentuk kerjasamanya adalah sebagai berikut: pengadaan sarana
dan fasilitas sekolah, rekrutmen calon mahasiswa, penyaluran bakat dan minat siswa melalui kegiatan ektrakurikuler dan pengadaan pembina ekstra kurikuler. Kerjasama dalam hal ini, tidak hanya dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di kelas saja, melainkan melalui kegiatan sekolah secara keseluruhan yang mengarah pada upaya peningkatan prestasi belajar siswa.
3. Bagaimana Pemberian Motivasi belajar terhadap siswa
Pemberian motivasi terhadap siswa adalah sebagai berikut: (a) khususnya
siswa kelas tiga selalu diberi latihan-latihan soal, (b) pemberian tugas untuk praktek
lapangan, (c) mengikut sertakan siswa dalam kegiatan ilmiah, (d)
mengkomunikasikan hasil belajar siswamelalui papan pengumuman maupun
melalui pertemuan dengan orang tua, (e) pemberian reinforcement, (f) penggunaan
media dalam pembelajaran dan (g) pemberian layanan bimbingan. Dengan
pemberian motivasi dalam bentuk pemberian tugas pada siswa, hasilnya efektif sekali karena dengan strategi tersebut mampu mempertahankan dan meningkatkan prestasi belajar siswa.
4. Bagaimana strategi dalam menciptaan Iklim Pembelajaran Agar pelaksanaan pembelajaran di kelas berlangsung dengan lancar dan efektif, maka pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah, staf dan guru melakukan upaya berupa: (a) petugas tatib selalu mengantisipasi berkeliling di lingkungan sekolah untuk mengontrol tempat-tempat yang rawan, (b) waka kesiswaan mengadakan razia di dalam kelas dengan dibantu petugas tatib dan guru pembimbing, (c) dalam mengajar guru berusaha memahami karakter siswa, (d) guru berusaha menciptakan suasana pembelajaran yang demokratis, (e) guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya tentang kesulitan pelajaran atau masalah lainnya, dan (f) guru berusaha menciptakan kemudahan siswa dalam mempelajari pelajaran eksak. Dengan strategi seperti diatas, maka iklim di lingkungan SMA,
memungkinkan terciptanya lingkungan belajar yang kondusif sehingga siswa merasa senang dan betah berada di sekolah selama jam efektif kegiatan belajar mengajar, bahkan hingga sore hari untuk mengikuti kegiatan tambahan.
5. Bagaimana Upaya dalam Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa Karakteristik SMA yang baik adalah semua warganya mulai dari pimpinan sekolah, guru, karyawan dan siswanya memiliki budaya disiplin yang tinggi. Namun demikian pihak sekolah tetap mempertahankan serta melestarikan budaya disiplin yang sudah bagus ini untuk ditingkatkan menjadi menjadi kultur disiplin yang mandiri. Adapun strategi untuk meningkatkan disiplin, sebagai berikut: (a) sekolah memiliki sistem pengendalian ketertiban yang dikelola dengan baik, (b) adanya keteladanan disiplin dalam sikap dan prilaku mulai dari pimpinan sekolah, guru dan karyawan, (c) mewajibkan siswa baru untuk mengikuti ekstrakurikuler Pramuka, (d) pada awal masuk sekolah guru bersama siswa membuat kesepakatan tentang aturan
kelas, (e) memperkecil kesempatan siswa untuk ijin meninggalkan kelas, (f) setiap
upacara hari senin diumumkan frekuensi pelanggaran terendah. Dengan strategi
tersebut diatas kultur disiplin siswa bisa terpelihara dengan baik, suasana
lingkungan belajar aman dan terkendali sehingga siswa bisa mencapai prestasi
belajar yang optimal.
6. Bagaimana pelaksanaan Evaluasi Proses Belajar Mengajar Evaluasi dalam pembelajaran di SMA ada dua macam yaitu: (1) penilaian terhadap hasil belajar siswa, (2) penilaian terhadap proses pengajaran.
Penilaian terhadap hasil belajar siswa baik dari ulangan harian, ulangan
semester, Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Akhir Nasional menunjukkan hasil yang
memuaskan, berdasarkan data perolehan ulangan semester, perolehan Ujian Akhir
Sekolah dan Ujian Akhir Nasional, penilaian terhadap proses pengajaran, berdasarkan hasil wawancara, observasi peneliti dan supervisi kepala sekolah, bahwa kompetensi guru dalam pembelajaran di kelas sudah bagus sekali, bahkan guru senior selalu menularkan etos kerja yang bagus, baik dalam melaksanakan tugas mengajarnya, tugas
mengadministrasi hasil mengajar, maupun tugas tambahan dari sekolah.
Rabu, 31 Juli 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tugas 14 Konsep Dasar Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
A. Konsep Dasar Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat Secara etimologis hubungan masyarakat diterjemahkan dari perkataan bahasa Inggris “...
-
Tahapan Penanggulangan Disiplin Kelas A. Tindakan Preventif (Pencegahan) Preventif secara etimologi berasal dari bahasa latin p...
-
A. Latar belakang MASALAH PADA Manajemen Kelas Suasana sekolah pada umumnya dan suasana kelas pada khususnya merupakan modal penting ...
-
PRINSIP - PRINSP DISIPLIN KELAS A. Pengertian Disiplin Kelas Disiplin merupakan istilah yang sudah memasyarakat diberbagai instan...
Makasih artikelnya kak
BalasHapusmateri blognya sangat membantu kak.. terimakasih
BalasHapusMaterinya bagus kak
BalasHapussangat bermanfaat kak.. semangat buat nulis lagi
BalasHapusMantapp, lanjutkan kakak
BalasHapusTerima kasih
HapusMaterinya bagus banget kak
BalasHapusSangat bermanfaat mbak
BalasHapusTerimakasih materinya sangat bagus kak
BalasHapus